Sifat Manusia Adalah Sibuk Fitrah

Berbagi-Kreativitas.blogspot.com - بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Salam..!! Manusia tercipta dikatakan sempurna salah satunya karena memiliki sifat, Sifat Manusia Adalah Sibuk Fitrah merupakan topik yang ingin Saya jawab. Kehidupan umat harus berlandaskan sumber segala ilmu yaitu Al Qur'an yang mana Tuhan telah wahyukan kepada umat tujuan agar tidak lepas dari rel kehidupan, untuk menjadi pribadi yang baik di mata Tuhan sesuai syariat dan mengutamakan seorang publik figur yakni kekasih Allah Rasullullah Shalallahu 'alaihiwassalam sebagai panutan, ketika berbagai gemerlap keindahan dunia menggoda tiba saatnya kita harus instrokspeksi diri. Ketimbang harus membangga-banggakan yang dibilang "publik figur" katanya dengan sangat jelas mengatakan "Saya adalah seorang publik figur", tanpa menjaga yang menjadikan ucapan dan prilaku berdasarkan syariat.

Memahami Sifat Manusia Yang Fitrah

Postingan ini masih berelasi dengan postingan sebelumnya tentang Memahami 3 Sifat Manusia Fitrah dari Daftar PR Manfaat Berbagi Kreativitas perlu review agar paham. Banyak topik terkait mengatakan sifat manusia itu terdapat sangat banyak sekali, tapi Saya melihat itu merupakan pecahan atau sub-sub dari sifat yang utama/ umum berikut adalah salah satu Sifat Manusia Yang Fitrah di bawa sejak lahir yang ingin Saya bahas.

Sifat Manusia Adalah Sibuk
Manusia diberi nikmat kepada Allah seperti Sifat Sibuk yang mana memiliki tujuan, dan ketika seorang umat lupa akan tujuan yang menjadi prioritas Allah berikan maka celakalah ia. Oleh karena itu mengapa kita perlu memahami sifat-sifat yang ada pada diri kita baik dibawah kesadaran kita ataupun sudah jelas kita rasakan, banyak orang mengatakan ingin mengenal sifat orang lain, pacar mungkin, kekasih, dan lain-lain sebelum ingin mengenal sifat orang lain lebih utamanya kita harus kenali diri kita terlebih dahulu, karena pada dasarnya kita umat manusia memiliki sifat yang sama yang membedakan adalah karakter.

Sebelum di lanjutkan Apa Sibuk Itu? Sibuk adalah suatu aktifitas yang dilakukan manusia mulai dari kita terjaga hingga tertidur dan seterusnya itulah sibuk. Sekalipun kita sedang tertidur masih bisa dikatakan sibuk, mengapa? contoh, bermimpi, tidurpun kita bisa berkeringat, tidurpun kita bisa ngomong itulah Sifat Cermin Kehidupan.

Mengenal prioritas dari sifat sama dengan Mengenal Hakikat Diri, karena tidak sedikit manusia cenderung lebih suka memikirkan keuntungan dunia dari pada akhirat lupa ketika sibuk melakukan aktifitas duniawi baik sekolah, bekerja, berlibur dan lain sebagainya yang menjadi tujuan utama mereka adalah perpaling kepada dunia saja, materialistik! Parahnya ketika sudah tampak sifat lain menyelinap berbagai cara dilakukan agar target dapat terwujud, seperti sekolah bukan dilakukan untuk tujuan belajar malah cari pacar, bekerja karena ingin dapat uang demi kebutuhan hidup terpenuhi tidak puas dengan hasil yang pas-pasan akhirnya KORUPSI, berlibur tujuannya untuk senang-senang malah cari tempat maksiat atau maksiat! sifat sibuk menjadi negatif jadinya.

Lalu apa yang menjadikan sifat ini penting untuk di pahami? Hidup manusia di dunia ini sifatnya sementara, kehidupan dunia tidaklah kekal. Dunia ibarat tempat atau ladang amal bagi manusia, bagaimana cara agar ladang amalan di dunia dapat memberikan kita syafaat di akhirat kelak itu lah tujuan yang sebenarnya. Dengan memahami sifat tersebut adalah salah satu cara agar terhindar dari perkara yang batil, aktifitas yang dilakukan tidak lain semata-mata mengharap ridho Allah Subhanahu WaTa'ala, apapun aktifitasnya jangan berharap yang lain tapi Lillahi Ta'ala. Berkenaan dari perkara satu ini kita bisa ambil contoh, yang mana Allah memberikan contoh kisah tentang Nabi Sulaiman yang meminta kekayaan adalah demi tujuan mulia yakni digunakan pada jalan Allah, untuk mengajak umat manusia kepada agama Allah, dan agar disibukkan berdzikir kepada Allah. Sebagaimana telah di agungkan dalam Al Quran Surat Sad: 32 menunjukkan karena niat-Nya yang ikhlas

(فَقَالَ إِنِّىٓ أَحْبَبْتُ حُبَّ الْخَيْرِ عَن ذِكْرِ رَبِّى حَتَّىٰ تَوَارَتْ بِالْحِجَابِ ﴿ص:٣٢

maka ia berkata: "Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) yang membuat aku ingat akan (kebesaran) Tuhanku, sampai mata hari terbenam. " (Q.s. SAD: 32)

Bisa dikatakan menyukai suatu hal kesenangan didunia itu syah-syah saja, namun semata-mata agar kita ingat akan kebesaran Allah Subhanahu WaTa'ala dan tidak ingkar.

مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْءَاخِرَةِ نَزِدْ لَهُۥ فِى حَرْثِهِۦ ۖ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِۦ مِنْهَا

(وَمَا لَهُۥ فِى الْءَاخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ ﴿الشورى:٢۰


"Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat." (Q.s. asy-Syura: 20)

Sebentar lagi Insya Allah kita akan menyambut bulan suci Ramadhan, dimana Allah bangga dengan umat-Nya yang beriman dan bertaqwa karena pada bulan itu kita Umat Islam di sibukkan untuk beribadah semata-mata karena Allah Subhanahu WaTa'ala, Nabi Muhammad-pun tersenyum ketika Umat-Nya menyambut Ramadhan, bulan yang Rasul sebut dengan "Sahru Ummati" bulan bagi pengikutku. Semoga manfaat terima kasih Salam.


Berbagi Kreativitas Updated at: 14.30.00